Begal Motor Nyaris Tewas Dihajar Massa, Polisi: Pelaku Sudah 2 Kali Beraksi

Rahmat Ilyasan ยท Jumat, 16 Oktober 2020 - 17:15 WIB
Begal Motor Nyaris Tewas Dihajar Massa, Polisi: Pelaku Sudah 2 Kali Beraksi
Tersangka Ahmad saat berada di Polsek Genteng, Jumat (16/10/2020).(Foto: iNews.id/Rachmat Ilyasan)

SURABAYA, iNews.idBegal driver ojek online (ojol) Ahmad (34) ternyata pelaku lama. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku sudah pernah ditahan karena kasus yang sama. 

"Pelaku sudah dia kali beraksi. Dia juga residivis, pernah ditahan karena kasus sama. Tetapi, ternyata tidak kapok dan kembali beraksi," kata Kapolsek Genteng AKP Hendry Ferdinan Kennedy, Jumat (16/10/2020).

Hendry mengatakan perlaku bukan begal biasa. Sebab, dia kerap melukai korban jika ketahuan. Tindakan itu pula yang dilakukan pelaku saat merampas motor milik driver ojek online di kawasan Jalan Undaan, Kota Surabaya.

Insiden tersebut bermula saat Ahmad memesan ojek online melalui aplikasi di Jalan Waru, Sidoarjo untuk diantar menuju Kenjeran. Begitu sampai di Jalan Undaan yang sepi, pelaku melancarkan aksinya.

Dia menodongkan pisau penghabisan kepada korban, meminta motor diserahkan. Namun, korban melawan hingga terjadi perkelahian. Saat itulah pelaki menyabet kepala korban dengan pisau hingga berdarah.

Tetapi, korban tak menyerah. Dia beteriak meminta tolong dan didengar warga sekitar. Seketika massa datang dan menangkap pelaku yang hendak melarikan diri. Di tempat itu, pelaku dihajar beramai-ramai hingga babak belur.

Beruntung aparat kepolisian cepat datang dan menghentikan aksi warga tersebut. Selanjutnya, pelaku digelandang ke Polsek Genteng dan ditahan.

Sementara itu, di hadapan petugas pelaku berdalih nekat membegal karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sebab, beberapa waktu lalu dia diecat dari pekerjaannya sebagai sopir akibat pandemi Covid-19.

“Saya kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dan tidak punya pekerjaan lagi. Saya terpaksa melakukan ini,” katanya.

Atas perbuatan ini, pelaku dijerat pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Barang bukti satu motor milik driver ojek online dan pisau penghabisan milik tersangka diamankan sebagai barang bukti.


Editor : Ihya Ulumuddin