Bapak Pelaku Penyekapan Anak di Jember Ternyata Residivis Kasus KDRT

Bambang Sugiarto, Ihya Ulumuddin ยท Senin, 13 Januari 2020 - 18:50 WIB
Bapak Pelaku Penyekapan Anak di Jember Ternyata Residivis Kasus KDRT
Kapolres Jember, AKBP Alvian Nurrizal bersama pelaku kekerasan terhadap anak, Edy Warsito saat ekspose kasus. (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Bapak yang tega menyekap dan menelanjangi anaknya di kandang ayam ternyata seorang residivis. Pria bernama Edy Warsito pernah ditahan Polres Jember karena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KRDT).

Hasil penyelidikan polisi, pelaku pernah melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya. Atas tindakan itu, pelaku dipidana dengan hukuman sembilan bulan penjara. Namun, kini Edy kembali berulah dan giliran anak kandungnya yang menjadi korban.

“Dia ini residivis, pernah dihukum sembilan bulan penjara karena kasus KDRT,” kata Kapolres Jember, AKBP Alvian Nurrizal, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, tersangka Edy ini memiliki tempramen tinggi dan pernah melakukan pemukulan terhadap mantan istri.

BACA JUGA: Kesal Dihina, Pria di Tambun Nekat Tusuk Istri dengan Pisau Dapur

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku tega menyekap anak kandungnya karena geram atas ulah korban yang sering main game online. Menurut pengakuan pelaku, korban tidak mengenal waktu jika sudah main game online.

“Penyekapan dilakukan dengan tujuan membuat jera,” katanya.

Tindakan penyekapan ini, bermula saat korban bermain game online di sebuah rental game online di kawasan Jalan Riau, Jember. Karena seharian tak pulang, pelaku kemudian meminta tolong pengasuh korban untuk segera membawa korban pulang ke rumah di Sukorambi.

Permintaan itu malah ditolak korban, hingga akhirnya orang tuanya datang sendiri ke rental game online. Pelaku menyeret tangan korban berikut memukul dan menendangnya.

BACA JUGA: RSUP Sanglah Tangani 41 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Selama 2019

Tak hanya itu, sesampai di rumah, korban kemudian dimasukkan ke kandang ayam di bagian luar dan diborgl. “Tindakan ini dilakukan karena pelaku tak ingin tindakan terhadap anaknya ini diketahui publik. Setelah itu, korban ditinggalkan begitu saja,” katanya.

Atas tindakan ini, pelaku di jerat dengan pasal 44 ayat satu junto pasal 5 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Diketahui, seorang ayah tega mengurung anak kandungnya ke dalam kandang ayam dalam kondisi telanjang. Tak hanya itu, dia juga memborgol kaki dan tangan korban agar tak dapat melarikan diri.

Peristiwa penyekapan anak ini menggemparkan warga Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Korban berinisial MI (12) diselamatkan warga setelah berhasil meloloskan diri keluar dari dalam rumah dengan cara meloncat pagar.


Editor : Umaya Khusniah