Bank Jatim Dapat Titipan Rp2 Triliun dari Kemenkeu, Ini Skema Penyalurannya

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 09:29 WIB
Bank Jatim Dapat Titipan Rp2 Triliun dari Kemenkeu, Ini Skema Penyalurannya
Direktur Bank Jatim Busrul Iman (dua dari kiri) dalam analyst meeting, Rabu (29/07/20). (Foto: iNews/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mendapat dana titipan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19. Rencananya dana ini digunakan untuk tambahan pinjaman pada nasabah.

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman mengatakan, ada dua skema yang tengah disiapkan untuk penyaluran kredit tersebut. Pertama, Direct Loan, yakni menyalurkan pinjaman kepada nasabah langsung. Kedua, Two Step Loan, yakni menyalurkan dana ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT). Setelah itu, baru disalurkan ke masyarakat.

“Untuk bunganya berapa, nanti akan kami hitung kembali,” katanya dalam analyst meeting, Rabu (29/7/20) malam.

Busrul mengatakan, sesuai arahan pemerintah, dana titipan tersebut akan disalurkan khusus ke sektor produktif, seperti usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Selain itu, sektor menengah, korporasi dan sindikasi.

Saat ini, penyaluran kredit emiten berkode saham BJTM itu masih didominasi sektor konsumtif dengan persentase mencapai 68 persen. “Kita akan terus kembangkan sektor-sektor produktif, seperti sektor mikro, retail dan komersial,” ujarnya.

Diketahui, penempatan dana itu mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Penempatan Uang Negara (PUN) pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2020. Dengan penerbitan PMK itu, pemerintah melalui Kemenkeu akan dapat menempatkan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan program PEN.

Sementara itu, terkait kinerja keuangan, pada triwulan II 2020, aset Bank Jatim (BJTM) tercatat Rp75,24 triliun atau tumbuh 9,12 persen (YoY). Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,49 persen (YoY) menjadi Rp64,01 triliun.

Di tengah pandemi seperti ini, BJTM juga mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp39,18 triliun atau tumbuh 12,69 persen (YoY). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp9,38 triliun atau tumbuh 17,96 persen (YoY). Diikuti kredit UMKM yang tumbuh signifikan yaitu sebesar Rp6,33 triliun atau tumbuh 16,12 persen.

Sedangkan Komposisi rasio keuangan BJTM periode Juni 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 19,41 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,79 persen, dan Return On Asset (ROA) 2,73 persen. Sementara Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 persen. Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, Bank Jatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp770,15 miliar.


Editor : Ihya Ulumuddin