Banding ke PT, Pendeta Hanny Layantara Terdakwa Kasus Pencabulan Divonis Lebih Berat

Lukman Hakim ยท Sabtu, 28 November 2020 - 17:20:00 WIB
Banding ke PT, Pendeta Hanny Layantara Terdakwa Kasus Pencabulan Divonis Lebih Berat
Pendeta Hanny Layantara saat dipindah ke Rutan Medaeng. (FOTO: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id - Terdakwa kasus pencabulan, Pendeta Hanny Layantara yang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur (Jatim), divonis majelis hakim 11 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. Vonis ini lebih tinggi dari hukuman yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya selama 10 tahun penjara, pada Senin (21/9/2020).

Majelis Hakim PT Jatim menjatuhkan vonis tersebut kepada pendeta di Happy Family Center (HFC) itu karena dianggap secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, subsider Pasal 289 KUHP lebih Subsider Pasal 294 KUHP.

Juru bicara keluarga korban, Bethania Thenu, membenarkan hasil putusan PT Jatim tersebut. Dia menyatakan, korban berharap kasus ini bisa jadi pembelajaran buat semua predator anak, apa pun alasannya.

"Undang-undang di negara kita melindungi anak-anak di bawah umur. Tidak ada alasan suka sama suka. Apalagi HL adalah panutan untuk moralitas. Pencabulan adalah kejahatan yang luar biasa," kata Betharia Tanu, Sabtu (28/11/2020).

Sementara itu, dalam putusan majelis hakim PN Surabaya disebutkan, Hanny Layantara, sejak tahun 2008 hingga tahun 2011 diduga telah melakukan perbuatan cabul kepada anak dari pengusaha di Surabaya. Pencabulan diduga dilakukan di lantai 4 atau ruang kerja Hanny, di Gereja HFC Jalan Embong Sawo Surabaya.

Namun, mulai tahun 2009-2011, intensitas perbuatan cabul terdakwa mulai berkurang kepada korban. Sebab, saat itu, terdakwa telah mengangkat anak perempuan selain korban.

Editor : Maria Christina