Balita Tewas Dianiaya Ayah Tiri di Malang, Polisi: Pelaku Emosi Korban Buang Air Kecil Sembarangan

Deni Irwansyah, Lukman Hakim ยท Kamis, 31 Oktober 2019 - 20:24 WIB
Balita Tewas Dianiaya Ayah Tiri di Malang, Polisi: Pelaku Emosi Korban Buang Air Kecil Sembarangan
Kerabat korban membawa jenazah Agnes, balita yang tewas akibat dianiaya ayah tirinya di Telogowaru Indah, Kota Malang. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

SURABAYA, iNews.id – Erik Ady Anwar (36) tega menganiaya anak tirinya, Agnes Arnelita (3) hingga tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka lebam dan bekas luka bakar. Warga Perumahan Telogowaru Indah Nomor D 14 Kota Malang itu sudah ditahan di Mapolres Malang Kota.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari hasil temuan penyidik, aksi itu dilakukan pelaku emosi karena korban buang air kecil sembarangan. Pelaku lantas memberi pelajaran pada korban dengan menginjaknya dua kali.

“Pelaku juga mengakui telah membakar kaki korban dengan alasan korban menggigil," kata Barung, Kamis (31/10/2019).

Dari hasil autopsi, balita tersebut tewas akibat perut dan punggungnya diinjak ayah tirinya, Erik Ady Anwar (36) hingga ususnya robek.

Tak hanya itu, pelaku juga membakar kaki korban dengan alasan anak tirinya itu kedinginan setelah dimandikan.

Barung mengatakan, luka robek di lambung korban hingga mengalami perdarahan diduga akibay tekanan yang sangat keras.

Menurut Barung, pendarahan tersebut masih didalami apakah akibat pukulan tangan kosong, atau dengan alat atau benda tumpul.

“Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan antar saksi untuk pendalaman dan pelaku saat ini sudah ditahan polisi untuk proses lebih lanjut," katanya.

Diketahui, Agnes Arnelita, balita berusia tiga tahun tewas tidak wajar dengan kondisi tubuh penuh luka lebam dan luka bakar. Semula, balita malang itu dilaporkan tewas tenggelam di bak mandi oleh ayah tirinya, Erik Ady Anwar, warga perumahan Telogowaru Indah Nomor D 14, Kota Malang, Rabu (30/10/2019) sore.

Namun, pihak keluarga besar korban curiga saat hendak memandikan jenazah Agnes untuk dimakamkan karena menemukan banyak luka. Mereka menduga Agnes tewas karena dianiaya. Atas kecurigaan itu, pihak keluarga kemudian melaporkan dugaan penganiayaan ke polisi.


Editor : Kastolani Marzuki