AS, Pencium Jenazah Covid-19 di Malang Ditetapkan Tersangka

Deni Irwansyah · Rabu, 19 Agustus 2020 - 20:40:00 WIB
AS, Pencium Jenazah Covid-19 di Malang Ditetapkan Tersangka
Tersangka AS saat dijemput paksa di rumahnya kemarin.(foto: iNews.id/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id – Satreskrim Polresta Malang akhirnya menetapkan AS, pria yang mencium jenazah Covid-19 sebagai tersangka. AS dijerat Pasal 93 Undang-Undang (UU) No 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan serta Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik memeriksa AS dan melakukan gelar kasus, Rabu (19/8/2020). Dalam gelar tersebut AS dianggap melakukan pelanggaran atas aksi merebut paksa jenazah Covid-19 di RST Soepraoen Malang beberapa waktu lalu.

“Hari ini kami melakukan gelar. Untuk yang bersangkutan (AS) kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolresta Malang Kombes Pol Loenardus Simarmata, Rabu (19/8/2020).

Namun, Leo memastikan AS tidak akan ditahan. Pasalnya, ancaman hukuman dalam kasus tersebut maksimal hanya 1 tahun penjara. “Untuk sementara dia masih menjalani pemeriksaan di Maplesta Malang sambil menunggu hasil tes swab keluar,” ujarnya.

Pantauan iNews.id, AS diperiksa di ruang khusus. Bahkan petugas juga menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap level tiga. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19.

Pasalnya, AS telah melakukan kontak fisik dan mencium jenazah Covid-19. Sementara hasil tes swab belum keluar. “Jika nanti hasil tes swab keluar, baru petugas akan memutuskan, apakah AS akan diperbolehkan pulang atau dikarantina di rumah isolasi,” katanya.

Diketahui, beberapa waktu lalu AS merebut paksa jenazah Covid-19 di RST Soepraoen Malang. Tak hanya itu, AS bahkan membuka kain kafan dan mencium jenazah tersebut. Aksi ini juga sempat viral di media sosial.

Pascainsiden ini, Tim Covid-19 mendatangi AS untuk rapid test dan tes swab. Namun, yang bersangkutan menolak. Karena itu, AS akhirnya dijemput paksa. Sebanyak 1 kompi personel TNI dan Polresta Malang dikerahkan dalam penjemputan ini.

Editor : Ihya Ulumuddin