Alugoro, Kapal Selam Pertama Karya Anak Bangsa Diluncurkan di Surabaya
SURABAYA, iNews.id – Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu meluncurkan kapal selam pertama buatan bangsa Indonesia di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia, Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (11/4/2019). Kapal itu diberi nama Alugoro.
Kepala Dispenal Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal mengatakan, kapal selam itu merupakan pesanan ketiga TNI Angkatan Laut (AL). Kapal itu hasil kerja sama antara BUMN PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd (DSME) Korea Selatan.
Kapal selam pertama yang bernama KRI Nagapasa-403 dirakit dan dibuat di Korea Selatan dan telah diresmikan pada 2 Agustus 2017 serta telah memperkuat armada RI. Sedangkan kapal selam kedua bernama KRI Ardadedali 404 juga telah diresmikan di Galangan Daewoo, Korea Selatan.
Nama Alugoro diambil dari cerita pewayangan. Alugoro salah satu senjata berbentuk gada milik Prabu Baladewa, tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur.
Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari gurunya Batara Brama yang mengajarkan berbagai macam ilmu. Senjata ini diberikan Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu. Senjata ini memiliki kekuatan pemusnah berbentuk gada dengan kedua ujungnya yang runcing.
Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan sebagai nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Soviet yaitu RI Alugoro–406, yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam Whiskey Class.
Pemberian nama Alugoro diharapkan bisa menginsipirasi TNI AL agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya. Kapal selam ini bisa menjadi senjata berdaya hancur yang besar dan dahsyat serta tidak pernah kalah dalam setiap peperangan.
Untuk spesifikasi, Kapal Selam Alugoro, jenisnya Diesel Electric Submarine U209 / 1400 (KSDE U209 Chang Bogo Class). Panjang seluruhnya 61,3 meter dengan kecepatan mencapai 21 knot ketika berada di bawah air.
Kapal tersebut mampu membawa 40 kru dengan kemampuan jelajah hingga 50 hari dan didesain dengan life time atau usia mencapai 30 tahun. Bobotnya sebesar 1.460 ton saat muncul di permukaan dan 1.596 ton ketika menyelam di bawah permukaan.
Editor: Maria Christina