6 Senjata Tradisional Jawa Timur, Nomor 3 Paling Mematikan dan Ditakuti

Ihya Ulumuddin · Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:16:00 WIB
6 Senjata Tradisional Jawa Timur, Nomor 3 Paling Mematikan dan Ditakuti
Celurit, salah satu senjata tradisional Jawa Timur. (foto: madura).

SURABAYA, iNews.id - Senjata tradisional Jawa Timur (Jatim) yang paling populer yakni celurit. Namun, di luar itu, ada banyak senjata tradisional lain yang juga digunakan oleh masyarakat Jatim. 

Sebagaimana namanya, senjata biasa digunakan untuk melindungi diri dari serangan musuh. Selain itu, senjata tradisional itu juga digunakan kegiatan sehari-hari seperti berburu dan berkebun. 

Di luar itu, senjata tradisional juga telah menjadi identitas masyarakat di mana senjata tradisional itu beralasal. Itu sebabnya, jenis senjata tradisonal Jawa Timur juga bermacam-macam, sebagaimana suku dan budaya masyarakatnya. 

Berikut jenis senjata tradisional Jawa Timur:

1. Keris

Salah satu keris dhapur sempono luk 9, pamor junjung derajat ujung gunung dengan estimasi tangguh Blambangan. Keris dengan pamor junjung derajat ini banyak diburu para pejabat. (Foto : iNews.id/Ainun Najib)
Keris

Senjata tradisional Jawa Timur yang cukup familiar yakni keris. Sebab, jenis senjata ini juga menjadi pusaka tradisional masyarakat Jawa, bentuknya runcing dengan badan berkelok. Meski begitu, jenis senjata tradisional ini sengat tajam, tidak hanya di bagian ujung tetapi juga kedua sampingnya. 

Dikutip dari wikipedia, keris merupakan senjata tikam golongan belati yg berasal dari Jawa. Keris memiliki ragam fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. 

Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, sering kali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Pada masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam duel atau peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

2. Buding

Buding, senjata tradisional Jawa Timur.
Buding, senjata tradisional Jawa Timur.

Senjata tradisional Jawa Timur yang masih bertahan sampai sekarang yakni buding. Senjata tradisional ini berasal dari Suku Osing di Banyuwangi, wilayah di bagian timur Jatim. 

Buding yakni senjata berbentuk pisau besar yang mirip seperti golok dengan sarung yang terbuat dari kayu. Selain untuk melindungi diri, jenis senjata ini biasa digunakan masyarakat untuk berkebun. Bahkan karena bentuknya yang besar dan kokoh senjata ini kerap digunakan untuk memotong kayu atau pohon. 

3. Celurit

Celurit, salah satu senjata tradisional Jawa Timur. (foto: madura).
Celurit, salah satu senjata tradisional Jawa Timur. (foto: madura).

Senjata tradisional Jawa Timur ini terkenal sangat mematikan. Bentuknya yang melengkung dengan ujung yang runcing menjadikan jenis senjata ini sangat tajam dan ditakuti. 

Dikutip dari situs perpustakaan, celurit merupakan salah satu senjata tradisional Jawa Timur dari Suku Madura yang memiliki nilai historis tinggi. Seban, keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan kebudayaan masyarakat Madura hingga saat ini. 

Konon, senjata ini pernah digunakan oleh tokoh Madura, Sakera untuk melawan penjajah Belanda. Ratusan tentara belanda pernah meregang nyawa karena sabetan celurit ini. Karena itu, senjata tradisional ini sangat ditakuti. 

Pada perkembangannya, celurit kental dengan tradisi carok di Madura, yakni pertarungan satu lawan satu menggunakan celurit. Biasanya, senjata ini digunakan masyarakat Madura untuk melindungi diri dan martabatnya. Siapa yang menginjak-injak martabat, maka celurit ini yang bicara. 

4. Kudi

Senjata tradisional Jatim, Kudi.
Senjata tradisional Jatim, Kudi.

Berdasarkan catatan Wikipedia, kudi merupakan alat bantu pekerjaan untuk membelah atau memotong benda keras, seperti parang. Sebagaimana parang, kudi hanya memiliki satu sisi tajam, berbentuk agak melengkung menyerupai celurit tetapi bagian pangkalnya membesar. Bentuk kudi yang lebih langsing dapat dipergunakan sebagai senjata.

Dari bentuknya, Kudi merupakan senjata yang mirip dengan kujang yang berasal dari Jawa Barat. Orang Jawa biasanya menyebut kudi dengan istilah Gaman, yang dapat diartikan serba bisa. 

Orang Jawa percaya dengan Kudi atau Gaman ini akan bisa menghidupi pemiliknya dalam segala situasi dan kondisi. Dengan kudi mereka bisa mencari makan walaupun tidak mempunyai uang. 

5. Caluk

Senjata tradisional jawa timur.
Senjata tradisional jawa timur.

Senjata tradisional Jawa Timur ini umumnya dipakai oleh masyarakat yang tinggal di wilayah pantura yakni Tuban dan Lamongan. Senjata caluk mempunyai bentuk yang hampir sama dengan Golok panjang namun memiliki lengkung di bagian ujung. Sementara di bagian tengah terdapat kapak yang juga berfungsi sebagai pegangan.

Caluk umumnya digunakan untuk berkebun atau membuat kerajinan, seperti memotong bambu, kayu, hingga untuk membuat kerajinan dari anyaman bambu. Selain untuk membelah, caluk juga bisa digunakan untuk memotong batang keras menggunakan bagian tengahnya atau kapak. 

6. Bionet

Senjata tradisional Jawa Timur Bionet. (foto: asraf).
Senjata tradisional Jawa Timur Bionet. (foto: asraf).

Senjata tradisional Jawa Timur ini berbentuk lurus. Kedua sisinya tidak terlalu tajam, panjangnya menyerupai pedang, tetapi memiliki ujung yang sangat runcing dibanding dengan senjata lainnya.

Hampir sama dengan keris, pada zaman dahulu, bionet digunakan untuk berperang, tertama untuk jarak pendek. Ini karena bentuknya yang kecil, ramping, dan lurus. Ujungnya dibuat runcing untuk melancarkan aksi penyerangan. 

Namu, saat ini bionet sudah jarang digunakan. Senjata ini sudah menjadi benda pusaka, sehingga hanya dijadikan koleksi atau pajangan.

Editor : Ihya Ulumuddin

Bagikan Artikel: