6 Poster Unik yang Dibawa Polwan Cantik Ini Bikin Aksi Demo Buruh di Surabaya Berjalan Damai

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 18:03 WIB
6 Poster Unik yang Dibawa Polwan Cantik Ini Bikin Aksi Demo Buruh di Surabaya Berjalan Damai
Polwan cantik Polda Jatim membentangkan poster dengan beragam tulisan unik dan menggelitik saat aksi demonstrasi buruh di DPRD Jatim, Surabaya. (Foto-Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Cara unik dilakukan puluhan polisi wanita (Polwan) saat pengamanan aksi buruh di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Rabu (2/10/2019). Mereka membentangkan poster dengan berbagai tulisan unik dan menggelitik.

Poster-poster itu ada yang berisi pantun, petikan syair lagu, kenalan, hingga doa untuk berjodoh. Semua itu ditujukan kepada peserta aksi.

Tujuannya, agar para demonstran bisa tertib sepanjang melakukan aksi unjuk rasa, sehingga Kota Surabaya tetap kondusif. Strategi pengamanan ini, melengkapi pasukan Asmaul Husna yang juga diturunkan untuk mengamankan aksi ini.

Ada enam poster unik yang diusung para polwan, di antaranya bertuliskan “Kepetuk jodoh nang emperan”. “Oleh demo seng penting gak gegeran”, “Onok trisno nang njero dodo, ayo Suroboyo dijogo”. Selain itu, “Seng jomblo tak dungakno oleh jodo” dan “Seng tenang, mengko tak jak selfie”.

Cara polisi menjaga demo damai ini pun berhasil meredam gejolak massa. Sampai aksi selesai, tak ada gesekan apa pun. Bahkan, sejumlah peserta aksi juga menyempatkan berselfie dengan polwan, atau sekadar mengabadikan aneka tulisan lucu itu.

Informasi yang dihimpun, poster yang dibawa sejumlah Polwan tersebut ternspirasi saat aksi mahasiswa beberapa hari lalu. Saat itu, banyak di antara peserta aksi yang menyampaikan protes lewat meme dan tulisan lucu. “Biar tidak tegang” kata salah seorang Polwan di lokasi aksi.

Selain menurunkan Polwan cantik, Polda Jatim juga menerjunkan pasukan Asmaul Husna untuk menjaga situasi tetap kondusif selama aksi.

Sebab, pasukan ini terbukti efektif saat pengamanan aksi massa menolak kontroversi RUU di DPRD Jatim pada 26 September 2019 lalu.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto mengatakan, jumlah personel sengaja disiagakan cukup besar karena perkiraan massa cukup banyak, mencapai 5.000 orang. Kendati demikian, pengamanan bisa ditambah, bilamana jumlah massa aksi jauh lebih besar.


Editor : Kastolani Marzuki