5 Rekomendasi Film Perjuangan, Cocok untuk Rayakan Kemerdekaan Indonesia 

Ihya Ulumuddin · Rabu, 17 Agustus 2022 - 10:25:00 WIB
5 Rekomendasi Film Perjuangan, Cocok untuk Rayakan Kemerdekaan Indonesia 
Film Soekarno

SURABAYA, iNews.id - Indonesia hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 kemerdekaannya. Berbagai kegiatan digelar, termasuk upacara detik-detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa ini. Sebab, mereka telah berkorban jiwa raga demi terbebas dari belenggu penjajah. 

Berbagai kisah perjuangan itu terdikumentasikan dalam berbagai bentuk, mulai dari foto, catatan sejarah, prasasti hingga film-film dokumenter. Dari sana, kita mendapat gambaran, betapa gigihnya pahlawan itu merebut kemerdekaan. 

Semangat itu pula yang harus tetap terpatri dalam diri kita sebagai generasi penerus bangsa. Semangat nasionalisme dan cinta terhadap tanah air Indonsia. 

Untuk menumbuhkan semangat nasionalisme itu ada berbagai cara yang bisa dilakukan, termasuk menonton film-film perjuangan. Berikut daftar rekomendasi film yang cocok untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang dirilis dari okecelebrity: 

1. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)

Film Soekarno
Film Soekarno

Soekarno awalnya diberi nama Kusno. Namun, nama itu diganti karena kondisinya sering sakit. Besar harapan, Soekarno (Ario Bayu) menjelma menjadi kesatria dalam pewayangan, layaknya tokoh Adipati Karno.

Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Soekarno berhasil mengguncang podium, berteriak: Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya, dia harus dipenjara, dituduh menghasut dan memberontak.

Namun, keberanian Soekarno tidak pernah padam. Pleidoinya yang sangat terkenal, ‘Indonesia Menggugat’, mengantarkannya ke pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu.

Di Bengkulu, Soekarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati (Ratu Tika Bravani). Padahal, Soekarno masih menjadi suami Inggit Garnasih (Maudy Kusnaedi), perempuan yang lebih tua 12 tahun dan selalu menjadi perisai baginya ketika dipenjara maupun dalam pengasingan.

Soekarno: Indonesia Merdeka

Kini, Inggit harus rela melihat sang suami jatuh cinta. Di tengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang mengobarkan perang Asia Timur Raya. Berahi politik Soekarno kembali bergelora.

Hatta (Lukman Sardi) dan Sjahrir (Tanta Ginting), rival politik Soekarno, mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dibanding Belanda. Tapi Soekarno punya keyakinan, jika dikawan dengan cerdik, maka Jepang bisa dimanfaatkan untuk meraih kemerdekaan.

Hatta terpengaruh, tetapi Sjahrir tidak. Kelompok pemuda progresif pengikut Sjahrir bahkan mencemooh Soekarno-Hatta sebagai kolaborator. Keyakinan Soekarno tak goyah.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: