5 Pesantren Terbesar di Indonesia, Nomor 4 Diprakarsai Pendiri Nahdlatul Ulama
JAKARTA, iNews.id - Pesantren terbesar di Indonesia tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur (Jatim). Lembaga pendidikan itu telah lama dipercaya masyarakat untuk sebagai tempat menimba ilmu.
Pesantren sudah ada di Indonesia sejak Islam pertama kali masuk ke Tanah Air. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki andil terhadap perjalanan sejarah bangsa ini.
Pesantren beroperasi dengan sistem asrama. Para siswa atau santri yang menuntut ilmu di pesantren akan tinggal dan belajar bersama yang dibimbing oleh guru atau biasa mereka panggil ustaz atau kiai.
Ada segelintir orang yang beranggapan pesantren adalah tempat yang bersifat kuno, radikal, dan lainnya. Nyatanya, banyak orang-orang lulusan pesantren yang berhasil serta sukses.
Berbeda dengan beberapa pesantren ini. Berikut informasi lima pesantren terbesar di Indonesia yang iNews.id rangkum dari berbagai sumber, Rabu (23/11/2022).
Pondok pesantren yang didirikan pada 10 April 1926 Masehi ini diprakarsai oleh tiga bersaudara dari KH. Santoso Anom Besari. Mereka adalah KH. Ahmad Sahal, KH. Zainuddin Fanani, dan KH. Imam Zarkasyi yang terkenal dengan sebutan ‘Trimurti'.
Pesantren ini terkenal akan penerapannya dalam hal disiplin, menguasai bahasa asing, kaderisasi, serta jaringan alumni yang sangat kuat.
Pesantren terbesar di Indonesia selanjutnya adalah Ponpes Sidogiri. Didirikan oleh Sayyid Sulaiman yang berasal dari Cirebon bersama Kyai Aminullah pada 1745, pesantren ini dikenal sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia khususnya daerah Jawa.
Pesantren Sidogiri berkomitmen untuk tetap mempertahankan sistem pendidikan yang mereka terapkan mulai dari Madrasah Diniyah (MD) hingga pada tingkat yang lebih tinggi yaitu Ma’had Ali (Universitas) yang diberi nama Tarbiyatul Mu'allimin.
Pesantren yang didirikan pada 1852 ini berada di Jawa Timur. Ponpes Langitan sangat berpengaruh di wilayah Surabaya ke arah barat yang meliputi Kabupaten Bojonegoro, Gresik, Cepu, Tuban, hingga Lamongan.
Hal yang menarik dari pesantren ini adalah adanya tokoh penting bagi umat Islam yakni KH. Abdullah Faqih. Beliau juga berkiprah di dunia politik nasional.
Ponpes Tebuireng diprakarsai oleh kakek mantan presiden Indonesia KH. Abdurrahman Wahid, KH. Hasyim Asy’ari yang juga merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren ini didirikan pada 1899 yang hingga kini menerapkan pembelajaran tentang ilmu syariat, agama Islam, bahasa Arab, hingga ilmu duniawi.
Pesantren terbesar di Indonesia lainnya yaitu Ponpes Lirboyo. Pendiriannya diprakarsai oleh KH. Sholeh asal Desa Banjarmlati, Mojoroto, pada 1910.
Seiring berkembangnya waktu, Ponpes Lirboyo menjadi pusat pembelajaran Islam selama puluhan tahun termasuk pada saat perjuangan kemerdekaan. Pesantren ini mengkolaborasikan antara tradisi dan modernisasi yang saling mengisi serta pesantren ini juga melahirkan figur agama di bidang agama maupun sosial.
Itulah deretan pesantren terbesar di Indonesia yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar agama.
Editor: Rizky Agustian