4 Komplotan Maling Ditangkap Polisi, Diproses di Polres Madiun dan Magetan

Antara ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 13:28 WIB
4 Komplotan Maling Ditangkap Polisi, Diproses di Polres Madiun dan Magetan
Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby bersama jajaran menggelar rilis pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan di Mapolres Madun Kota, Selasa (28/7/2020). (Foto: Antara))

MADIUN, iNews.idKomplotan maling yang terdiri atas 4 pelaku ditangkap polisi. Dua pelaku diproses di Polres Madiun, sementara sisanya di Polres Magetan, Jawa Timur (Jatim).

HS (50) warga Solo dan AW (50) asal Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap karena membobol brankas di kantor Gudang PT K33 Cabang Madiun di daerah Kecamatan Jiwan, kabupaten setempat, 24 Juni lalu. Keduannya juga merupakan residivis kasus yang sama di Semarang, Jateng,

"Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan korban yang merupakan pegawai dari PT K33," ujar Kapolres Madiun Kota, AKBP R Bobby Aria, Selasa (28/7/2020).

Usai menerima laporan, polis lantas melakukan penyelidikan. Awalnya HS yang ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Magetan pada 25 Juli lalu.

Kepada polisi, pelaku mengaku usai beraksi di Jiwan, komplotan pencuri juga beraksi di Kabupaten Magetan.

Hasil pengembangan bersama petugas Polres Magetan, petugas Polres Madiun Kota menangkap tiga pelaku lainnya. Mereka yakni AW, RF (31) dan SM (26). SM merupakan anak HS. Kini RF dan SM kini diproses di Polres Magetan.

"Setelah berhasil mengamankan HS, tim langsung bergerak ke Wonogiri untuk menangkap AW. Sedangkan dua tersangka lainnya ditangani oleh Polres Magetan karena mereka juga melakukan curat (pencurian dengan pemberatan) di Magetan," kata Bobby.

Keempat tersangka terlebih dulu beraksi di Jiwan pada Juni lalu. Dari aksi tersebut mereka berhasil menggasak uang dalam brankas sebesar Rp120 juta. Pelaku juga mengobrak-abrik ruang kantor dan berhasil membawa tujuh telepon seluler.

Keempatnya lalu beraksi di Magetan pada 13 Juli. Kali ini sebuah toko swalayan yang menjadi targetnya dan berhasil membawa uang dan rokok dengan total kerugian Rp42 juta.

"Komplotannya selalu sama saat beraksi. Modus operandinya juga sama. Yakni, dengan menjebol salah satu dinding untuk jalan masuk," katanya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Fatah Meilana menambahkan komplotan tersebut cukup profesional dalam beraksi. Mereka hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk masuk dengan cara menjebol dinding menggunakan linggis.

Urusan brankas, pelaku merusaknya dengan cara digergaji. Pelaku juga mencuri kamera pengawas atau CCTV di tempat kejadian untuk menghilangkan jejak.

Hasil pemeriksaan, tersangka HS pernah menjalani hukuman di Lapas Klas IA Semarang dengan vonis delapan tahun. Namun, HS bebas setelah menjalani hukuman sekitar empat tahun karena mendapat remisi.

Demikian juga tersangka AW yang pernah mendekam dua tahun di lapas yang sama. Keduanya juga melakukan pencurian dengan pemberatan.

"Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga tujuh tahun," katanya,


Editor : Umaya Khusniah