10 Calon Petahana Tumbang pada Pilkada Serentak di Jatim, Ini Faktornya 

Ihya Ulumuddin · Minggu, 20 Desember 2020 - 15:36:00 WIB
10 Calon Petahana Tumbang pada Pilkada Serentak di Jatim, Ini Faktornya 
Hasil sementara Pilkda Ponorogo, calon incumbent Ipong Muchlisoni tertinggal jauh dari Sugiri Sancoko. (istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 10 petahana di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Jawa Timur (Jatim) tumbang. Berdasarkan hasil final rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), 10 dari 19 daerah penyelenggara pilkada serentak itu kalah dari pendatang baru. 

Pada Pilkada Serentak 2020 di Jatim kali ini, 14 dari 19 daerah penyelenggara Pilkada Serentak diikuti oleh petahana. Namun, hanya empat yang menang, yakni Kabupaten Malang, Trenggalek dan Ngawi dan Kota Blitar. Sedangkan 10 calon lainnya kalah.

Ke-10 daerah tersebut yakni Jember, Ponorogo, Lamongan, Gresik, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan. Selain itu di Kabupaten Banyuwangi, Kota Pasuruan, Situbondo dan Kabupaten Mojokerto. 

Di Kabupaten Jember misalnya, Bupati Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto yang di Pilkada 2020 harus maju lewat jalur independen tumbang. Pasangan ini kalah dari Hendy siswanto-KH Muh Barya Firjaun Barlaman. 

Lalu Ponorogo, petahana Bupati Ipong Muchlissoni yang kali ini menggandeng Bambang Tri Wahono kalah dari penantangnya, Sugiri Sancoko-Lisdyarita. 

Kabupaten Blitar, Bupati Rijanto dan Marhaenis juga kalah. Pasangan ini tertinggal dari penantangnya Rini Syarifah-Santoso. 

Selanjutnya Wakil Wali Kota yang kini menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan, Raharto Reno Prasetyo dan Mochammad Hasjim pun tumbang. Pasangan calon ini kalah dari mantan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang berpasangan dengan Adi Wibowo. 

Sementara di Gresik, Wakil Bupati Qosim yang berpasangan dengan Askuchul Alif pun kalah dari Pasangan Calon Fandi Ahmad Yani-Aminatun Habibah. 

Di Lamongan, Wakil Bupati Kartika Hidayati yang menggandeng Saim juga kalah. Pasangan calon ini tertinggal dari mantan Sekda Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi yang berduet dengan Abdul Rouf. 

Direktur Surabaya Survei Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengatakan, kekalahan petahana ini menandakan tingkat ketidakpuasan masyarakat. Ponorogo misalnya, survei sebelum hari pemungutan suara kepuasan masyarakat terhadap Bupati Ipong kurang bagus. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: