get app
inews
Aa Text
Read Next : Diperiksa sebagai Tersangka, Wagub Hellyana Bantah Sangkaan Ijazah Palsu

1 Tersangka Penganiayaan Santri An-Nur 2 Malang Jalani Diversi

Jumat, 13 Januari 2023 - 13:43:00 WIB
1 Tersangka Penganiayaan Santri An-Nur 2 Malang Jalani Diversi
Tersangka penganiayaan santri An-Nur 2 Malang jalani proses diversi. (ilustrasi).

MALANG, iNews.id - Satu tersangka penganiayaan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur 2 Malang menjalani proses diversi. Proses ini diambil polisi karena tersangka yang juga seorang santri itu masih di bawah umur. 

Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Riski Saputro menyatakan, pihaknya telah memanggil KR, anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun pada pemanggilan pertamanya ia tak hadir. 

"Namun akan kami lakukan pemanggilan kedua, pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2023," kata Kasatreskrim Polres Malang, Iptu Wahyu Riski Saputro, Jumat (13/1/2023).

Pemanggilan ini mengenai langkah diversi yang dijadwalkan oleh Polres Malang setelah serangkaian penyelidikan dugaan kasus kekerasan yang dilakukan ke korban berinisial DFA (12) warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pada diversi ini Polres Malang juga bakal melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Malang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan ABH sebagai tersangka, baru kita jadwalnya untuk Diversi," kata mantan Kasatreskrim Polres Gresik ini. 

Diversi merupakan proses penyelesaian perkara kepada kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur. Diversi bertujuan untuk mencari solusi yang menargetkan adanya perdamaian antara pelaku dan korban anak.

"Apabila proses diversi menemukan jalan buntu. Misalnya karena korban menolak hasil diversi, maka ABH akan ditetapkan sebagai tersangka dan akan disidangkan di pengadilan," tuturnya.

KR disebut Rizki, terjerat Pasal 80 ayat (1) dan (2) Juncto pasal 76C UU Nomor 35 Tahun tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Ancamannya adalah pidana penjara paling lama 3,6 tahu dan denda paling banyak Rp 72 juta," ujarnya. 

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut