MALANG, iNews.id - Wali Kota Malang Sutiaji tidak mewajibkan sekolah untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Kelonggaran ini dibuat karena masih ada beberapa sekolah yang belum siap menggelar PTM.
"Mana yang siap kita dahulukan. Kami pastikan bahwa kapan harus memulai, harus ada kepastian, saya cek semuanya," ucap Sutiaji, Jumat (7/1/2022).
Tetapi bila ada orang tua yang merasa keberatan untuk melakukan pembelajaran tatap muka, ia mempersilakan dengan alasan-alasan yang jelas. Mengingat kualitas menurun imbas pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19.
"Jadi alasannya harus jelas, kan yang sudah ada yang nanggung pemerintah pusat sudah nyampaikan, bahwa pemerintah sudah membolehkan tatap muka 100 persen ya harus kita lakukan itu," katanya.
"Makanya alasannya untuk apa, kita harus Bangun disiplin, karena efektivitas daring sama tatap muka masih (lebih baik) saat ini yang tatap muka," tuturnya.
Sutiaji meyakinkan kepada masyarakat bahwa penerapan pembelajaran tatap muka 100 persen di Kota Malang sudah aman. Mengingat capaian vaksinasi Covid-19 tenaga pendidik dan guru yang sudah di atas 80 persen, sesuai aturan yang diputuskan oleh empat menteri.
Tak hanya itu, angka tracing dan testing di Kota Malang juga diklaim terus membaik, sehingga ketika ada murid atau seseorang yang terpapar Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, hal itu bisa dilacak.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait