"Sebelum masuk titik kemacetan Tanah Merah. Kami hentikan di sekitar pasar Galis. Jadi karena itu menerobos dari arah timur, kami coba hentikan untuk mengecek. Setelah kami melakukan pengecekan, ternyata ambulance tersebut kosong tidak ada pasien dan tidak dalam menjemput pasien juga," ujarnya.
"Dipakai untuk mudik atau tidak, kami belum sempat menanyakan. Jadi imbauan kami kepada masyarakat ataupun pengemudi ambulans agar tertib mematuhi aturan yang berlaku. Memang ambulans adalah kendaraan prioritas. Tapi kalau ada pasiennya. Kalau tidak ada kami samakan seperti masyarakat lainnya," ucapnya lagi.
Dia menegaskan, jika tidak dalam kondisi darurat, ambulans harus diperlakukan seperti kendaraan umum lainnya dan tetap mengikuti aturan lalu lintas. Setelah diberikan teguran, sopir ambulans akhirnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait