Muksin menjelaskan, saat itu dia sedang menghadiri sidang paripurna DPRD Kabupaten Madiun dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi yang digelar pada akhir Juni 2026.
Menurutnya, permainan gim dilakukan sebelum rapat paripurna resmi dimulai. Dia mengaku hanya bermain untuk menghilangkan penat sambil menunggu agenda dimulai.
Muksin juga menegaskan, gim yang dimainkannya bukan judi online (judol) sebagaimana sempat menjadi dugaan sebagian warganet.
Menanggapi viralnya video tersebut, Muksin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Dia mengakui tindakannya kurang tepat dan tidak layak dicontoh, terlebih sebagai aparatur sipil negara (ASN).
"Kami menyadari tindakan itu memang menimbulkan persepsi yang negatif padahal ketika itu masih pra acara kegiatan paripurna dan itu pun bukan judi online tapi hanya gim domino biasa," ucap Muksin.
Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa saat menghadiri kegiatan resmi. Dia juga menyatakan, akan menjaga etika, kedisiplinan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.
"Kalau enggak salah itu agenda Jumat 31 Juni," katanya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait