Warga Desa Gersik Putih, Sumenep, menolak proyek reklamasi tambak garam dengan mengadang ekskavator. (Foto: iNews)

SUMENEP, iNews.id – Gelombang penolakan terhadap proyek reklamasi pesisir kembali memuncak di Kabupaten Sumenep, Madura. Puluhan warga Desa Gersik Putih yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Tolak Reklamasi (Gema Aksi) turun ke lokasi untuk menghadang alat berat yang akan memulai aktivitas pengerjaan.

Aksi pengadangan ini terjadi di kawasan pesisir Kampung Tapakerbau, Minggu (5/4/2026). Warga berkerumun untuk menghentikan sebuah ekskavator yang dikabarkan akan digunakan untuk penggarapan lahan tambak garam di wilayah tersebut.

Warga menilai proyek reklamasi pantai menjadi tambak garam ini sangat berisiko merusak lingkungan pesisir. Selain dampak ekologis, masyarakat pesisir merasa kelangsungan hidup mereka terancam karena selama ini bergantung sepenuhnya pada hasil laut di area tersebut. 

Koordinator Gema Aksi yang juga Ketua RT Dusun Tapakerbau, Ahmad Sidik, menyatakan bahwa penolakan ini merupakan akumulasi dari kekhawatiran warga terhadap dampak jangka panjang, terutama sedimentasi dan hilangnya mata pencaharian nelayan. 

"Kita menolak dengan keras rencana reklamasi pantai menjadi tambak garam. Ini sudah kesekian kalinya, bukan hanya satu kali, tapi sudah berulang kali sejak 2023. Ini adalah aksi kelima kami," ujar Ahmad Sidik, Selasa (7/4/2026). 

Ahmad Sidik menjelaskan, pergerakan massa dimulai sekitar pukul 13.30 WIB setelah warga mendapat informasi adanya ekskavator yang menuju lokasi. Sebelum turun ke pantai, warga sempat berkumpul untuk berdoa bersama tokoh masyarakat agar aksi berjalan damai.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network