Alun-alun Kota Malang. (Foto: Kementerian PUPR)
Avirista Midaada

MALANG, iNews.id - Kenaikan harga BBM belum berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Kota Malang. Jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah Malang tercatat masih cukup tinggi.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, satu bulan pasca kenaikan harga BBM okupansi kunjungan wisatawan di Kota Malang masih cukup positif.

"Kalau saya lihat tidak berdampak terhadap kunjungan wisatawan, masih cukup bagus," kata Ida, saat ditemui wartawan, Rabu (28/9/2022).

Sejauh ini, kunjungan wisatawan khususnya di Kota Malang cukup banyak. Bahkan secara kualitas perjalanan para wisatawan cukup positif ke sejumlah destinasi tujuan wisata yang ada di Kota Malang.

"Aktivitas wisatawan di wilayah Kota Malang hingga saat ini masih terlihat pada sejumlah destinasi wisata yang ada. Mungkin secara kuantitas (bisa) berkurang, tapi kalau dari sisi kualitas perjalanan wisatawan masih tetap," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki menambahkan, hingga saat ini belum ada dampak signifikan yang terjadi akibat adanya penyesuaian harga BBM yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, rata-rata okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel anggota PHRI Kota Malang berkisar pada angka 60-70 persen per hari. Angka tersebut, masih dalam kondisi normal mengingat saat ini belum memasuki musim liburan.

"Untuk saat ini belum terlihat adanya penurunan tamu akibat dampak penyesuaian harga BBM, masih normal saja. Okupansi berkisar 70 persen, termasuk saat akhir pekan," katanya.

Ia menambahkan, penyesuaian harga BBM juga tak berdampak pada pengunjung restoran. Meski demikian, konsumsi tamu hotel ke restoran yang ada mengalami sedikit penurunan. 

Pada bulan-bulan seperti saat ini, kondisi sektor perhotelan memang cenderung sedikit menurun.

"Memang agak turun sedikit karena bulan-bulan ini agak berkurang (kunjungan). Namun untuk restoran penurunan tidak banyak, sekitar 20 persen saja," ujarnya.

Berdasarkan data Disporpar Kota Malang, hingga semester pertama 2022, kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut mencapai 5,9 juta orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari proyeksi kunjungan yang sebesar 1,9 juta wisatawan.

Kunjungan wisatawan tersebut mengalami lonjakan dibandingkan pada 2020. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan, jumlah kunjungan tercatat hanya sebanyak 662.570 orang akibat dampak pandemi Covid-19.


Editor : Rizky Agustian

BERITA TERKAIT