Penampakan bunga Tabebuya di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Melintas di Jalan Ahmad Yani Kota Surabaya kini serasa berada di Jepang. Pepohonan hijau berderet, membentang di sepanjang jalan. Di sela-selanya, ada bunga indah yang mekar dominan. Ada putih, kuning, merah muda, serta putih keunguan.

Bunga inilah yang membawa imajinasi bagi yang melihat melayang ke negeri Sakura. Ya, pohon ini hampir seluruhnya berisi bunga. Daunnya tetap ada. Tapi bisa dihitung dengan jari. Begitu angin bertiup agak kencang, bunga akan berguguran. Mirip bunga sakura di Jepang. 

Maka, tak heran, banyak pengguna jalan terpaksa berhenti. Mengabadikan bunga langka ini dalam gambar. Bahkan tak sedikit pula yang turun dari kendaraan, lantas berswafoto dengan latar pohon bunga ini. Indah sekali memang. Apalagi bila guguran bunga itu jatuh bersama gerimis. Suasananya menjadi romantis.



Devine Indra Ranee Latasati (41), warga asal Wonocolo merasakannya. Ibu tiga anak ini mengaku senang melintas di bawah guguran bunga Tabebuya. "Stres karena macet jadi hilang mas. Indah banget, kayak di Jepang," katanya, Rabu (28/11/2018).

Devine mengaku awalnya tak tahu ada banyak bunga Tebebuya bermekaran. Namun, melihat foto bunga viral di media sosial, dia jadi penasaran. 

Begitulah, bunga Tabebuya menjadi fenomena baru di Kota Surabaya. Sejak berbunga beberapa hari lalu, bunga yang tumbuh di sejumlah jalan protokol di Surabaya ini langsung viral. Ribuan orang mengabadikan bunga yang ditanam Pemkot Surabaya ini. Lengkap dengan aneka tulisan pujian. 

Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser mengatakan, bunga yang ditanam di sejumlah Jalan Protokol itu sejatinya berasal dari Brazil. Namun sudah lama dibudidayakan di Indonesia. "Namanya Tabebuya. Bukan Sakura. Tetapi rupanya orang-orang menyebutnya bunga Sakura," katanya. 



Pemkot Surabaya, kata Fikser, mengambil bibit bunga Tabebuya itu dari Kediri dan Malang. Bibit inilah yang akhirnya dibudidayakan sendiri oleh Pemkot Surabaya. Selain ditanam di sejumlah taman kota, pohon ini juga ditanam di sejumlah jalan protokol di Surabaya. Antara lain, Jalan Ahmad Yani, Jalan Darmo, Kertajaya, Biliton, Raya Prapen serta Jalan Embong Malang. 

"Ini idenya Ibu Risma. Tujuannya biar pemandangan kota Surabaya jadi Indah. Tidak hanya hijau dengan pohon rindang. Tetapi juga bunga warna-warni," katanya. 

Ide ini kata Fikser sudah lama dicetuskan Risma, saat orang nomor satu di Surabaya itu masih menjabat Kepala Dinas Pertamanan. Bermula dari minimnya pohon di Surabaya, Risma lantas berinovasi. Membudidayakan pohon-pohon langka dan menarik untuk di tanam. "Saat itulah, Bu Risma membeli dari petani di Malang dan Kediri. Setelah itu dibudidayakan di Kebun Bibit," katanya.



Kini, kata Fikser, jumlah pohon Tabebuya menjadi banyak. Sejak 2010 lalu, Pemkot Surabaya terus malakukan peremajaan tanaman untuk melengkapi ruang terbuka hijau. "Hasilnya seperti sekarang ini," katanya.

Fikser menjelaskan, siklus mekarnya bunga Tabebuya adalah dua kali setahun, yakni pada April dan November. Namun yang unik, mekarnya bunga Tabebuya itu justru terjadi saat musim hujan. "Lazimnya, bunga Tabebuya bisa mekar saat musim kemarau. Tetapi di penghujan seperti ini juga mekar. Jadi tambah romantis," ucapnya.


Editor : Himas Puspito Putra

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network