"Keluar api terjadinya dari kemarin siang sekitar jam satu, sorenya mengadukan kepada kami. Proses pengeborannya dilakukan sejak 1 Juli 2026 yang rencananya buat air bersih dan pertanian," ujar Hosen.
Setelah pengeboran mencapai kedalaman sekitar 42 meter, sumur sempat mengeluarkan air seperti biasa saat diuji coba. Namun, tidak lama kemudian muncul aroma gas yang disusul semburan api dari dalam sumur.
Meski tinggi api hanya sekitar satu meter, BPBD menilai kondisi tersebut tetap berpotensi membahayakan keselamatan warga. Karena itu, petugas memasang pipa tambahan untuk mengarahkan semburan gas dan api agar lebih aman serta mengurangi risiko kebakaran di sekitar lokasi.
Hingga kini, petugas masih memantau kondisi sumur bor tersebut dan mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi sampai situasi dinyatakan benar-benar aman.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait