Stasiun Gambir sekitar tahun 1921 yang menjadi stasiun terbesar di Indonesia. ( Foto: Tropenmuseum)
Reza Rizki Saputra

JAKARTA, iNews.id - Stasiun Kereta Api Terbesar di Indonesia yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan transportasi darat masyarakat Indonesia. Di mana saja tempatnya? Berikut uraiannya,

Kereta api masih menjadi alternatif transportasi darat yang diandalkan sebagian masyarakat. Tidak hanya untuk wilayah Jabodetabek saja, melainkan juga untuk wilayah antarkota antarprovinsi di Pulau Jawa serta luar Pulau Jawa.

Beberapa stasiun kereta api ini dibangun di atas lahan yang amat luas untuk dapat menampung banyak pengguna serta kereta yang akan dioperasikan.

Berikut Stasiun Kereta Api terbesar di Indonesia :  

1. Stasiun Gambir 

Stasiun kereta api terbesar di Indonesia yang pertama yakni Stasiun Gambir. Stasiun ini termasuk stasiun kereta api kelas besar bertipe A.

Hal ini didukung karena Stasiun Gambir melayani semua kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Stasiun ini berlokasi tepat di samping Monumen Nasional atau Monas di Jalan Medan Merdeka, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Stasiun Gambir telah ada sejak zaman pemerintahan Kolonial Belanda. Awalnya, stasiun ini hanya berupa tanah rawa dengan pemiliknya bernama Anthony Paviljoen.

Barulah pada tahun 1697 tanah itu dibeli Cornelis Chastelein. Kemudian Stasiun Gambir dibangun pada saat era kolonial Belanda dan sempat direnovasi besar-besaran pada tahun 1990-an.

Bangunan Stasiun Gambir setalah direnovasi menjadi gaya art deco, foto tahun 1939. (Sumber: Tropenmuseum)

2. Stasiun Hall Bandung

Stasiun Hall Bandung disebut sebagai stasiun terbesar kedua. Stasiun ini memiliki enam jalur, dipo induk dan bengkel kereta. Selain itu mendapat sebutan stasiun hall karena stasiun ini mempunyai bangunan yang cukup luas seperti aula yang besar.

Stasiun Hall Bandung berlokasi di Jalan Stasiun Barat, Kb Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Stasiun Hall Bandung menjadi stasiun kereta api utama yang ada di Bandung selain Stasiun Kiaracondong. Sama seperti Stasiun Gambir, Stasiun Hall Bandung termasuk stasiun kereta api besar bertipe A. Serta melayani perjalanan jarak jauh di Pulau Jawa, seperti tujuan Gambir, Surabaya Gubeng dan Solo Balapan.

3. Stasiun Yogyakarta

Stasiun Yogyakarta atau biasa dikenal dengan nama Stasiun Tugu ini berlokasi di Jalan Pasar Kembang, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Letaknya strategis di jantung kota dekat dengan kawasan Malioboro menjadikan stasiun ini sebagai salah satu ikon dari tempat wisata tersebut.

Stasiun ini masih mengadaptasi gaya kolonial yang sangat kental. Stasiun Yogyakarta termasuk stasiun paling sibuk di Pulau Jawa. Stasiun ini memiliki terowongan yang menghubungkan dua peron dengan akses keluar melalui Pasar Kembang.

Di Stasiun Yogyakarta terdapat enam jalur kereta yang dibagi menjadi dua, yaitu peron selatan dan peron utara.

4. Stasiun Surabaya Gubeng

Stasiun kereta api terbesar di Indonesia berikutnya Stasiun Surabaya Gubeng. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur.

Stasiun Surabaya Gubeng berlokasi di Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Sebagai salah satu stasiun klasik yang ada di Jawa Timur, setiap ada kereta yang tiba dalam stasiun ini akan disambut dengan bunyi musik instrumental “Rek Ayo Rek”.

Berbeda dari lainnya, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki dua sisi yang berbeda secara fungsional. Di bagian sisi barat dikhususkan untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api kelas ekonomi dan ekspres. Sementara di bagian sisi timur untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Hal inilah yang membuat stasiun ini memiliki sebutan Gubeng Lama dan Gubeng Baru.

Stasiun Surabaya Gubeng. (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

5. Stasiun Pasar Senen

Bagi warga Jakarta tentunya sudah tak asing lagi dengan Stasiun Pasar Senen. Stasiun Pasar Senen berlokasi di Jalan Pasar Senen Nomor 14, Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Stasiun ini memiliki enam jalur yang terpisah, yang mana tiga jalurnya berada di tengah kedua bangunan itu. Stasiun ini pertama kali diresmikan pada tanggal 31 Maret 1887. Stasiun Pasar Senen mengadopsi gaya Indische Empire dengan kanopi besi setengah yang menaungi dua jalur rel di bawahnya pada awal didirikan.

Stasiun Pasar Senen biasanya melayani keberangkatan dan kedatangan kereta api kelas ekonomi. Hal menarik lainnya terdapat Monumen Tekad Merdeka atau Perjuangan Senen di kawasan stasiun ini. Monumen ini dibangun untuk mengenang berbagai peristiwa yang pernah terjadi di daerah Senen dan sekitarnya.

Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat. (Foto: MNC Media/Carlos Roy Fajarta)

6. Stasiun Solo Balapan

Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun kereta api tertua di Indonesia, bahkan termasuk stasiun terbesar di Surakarta dan di Jawa Tengah bagian selatan. Stasiun ini sudah beroperasi sejak tahun 1873. Stasiun Solo Balapan berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 112, Surakarta, Jawa Tengah.

Sekitar tahun 1890, lahan Stasiun Balapan awalnya adalah Alun-alun Utara milik Keraton Mangkunegaran. Di alun-alun itu ada lapangan pacuan kuda, lalu dari arena balap kuda inilah Stasiun Solo Balapan lahir.

Stasiun ini memiliki 12 jalur kereta yang terbagi menjadi dua, yakni lima jalur utama yang berada di tengah dan tujuh jalur yang dijadikan spoor simpan. Stasiun Solo Balapan melayani kereta api kelas bisnis, eksekutif, ekonomi, dan komuter.

7. Stasiun Semarang Tawang 

Stasiun Tawang. (Foto: Ist)

Stasiun Semarang Tawang (SMT), atau yang juga disebut Stasiun Tawang, merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di kawasan Kota Lama Semarang, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Stasiun Tawang menjadi tempat perhentian utama semua kereta api untuk perlintasan di jalur pantura Jawa. Stasiun ini memiliki ketinggian lebih dari 2 meter di atas permukaan laut Tanjung Mas, Semarang Utara dan hampir mendekati laut.

Oleh sebab itu, stasiun ini sering mengalami banjir rob. Seperti Stasiun Surabaya Gubeng, di Stasiun Semarang Tawang pun memiliki ciri khas yang unik. Tiap kedatangan kereta, Stasiun Tawang akan membunyikan bel dengan mengalunkan nada lagu “Gambang Semarang”.

8. Stasiun Purwokerto

Stasiun kereta api terbesar di Indonesia berikutnya Stasiun Purwokerto. Stasiun ini berada di lokasi yang strategis di pinggir kota, tepatnya terletak di Jalan Stasiun Purwokerto, Kober, Banyumas, Jawa Tengah.

Stasiun Purwokerto berada di atas ketinggian sekitar 75 meter. Stasiun ini menyediakan tujuh jalur kereta api, bahkan memiliki jalur ganda yang bisa menempuh jarak Jakarta-Purwokerto via Cirebon hanya dengan waktu lima jam.

Stasiun Purwokerto juga memiliki ciri khas unik saat kedatangan kereta api, yakni bunyi bel dengan lagu 'Di Tepinya Sungai Serayu' dengan genre keroncong. Terdapat juga dipo lokomotif yang disebut-sebut terbaik di Jawa Tengah.

9. Stasiun Cirebon

Stasiun Cirebon. (Foto iNews/Miftahudin).

Sampai saat ini, Stasiun Cirebon melayani perjalanan kereta api kelas eksekutif, bisnis, campuran dan sebagian kelas ekonomi AC plus. Stasiun Cirebon sudah berdiri sejak tahun 1912 dengan bangunan bergaya arsitektur khas Eropa. Ciri khas dari stasiun ini yaitu tembok berwarna putih dan jendela besar dengan memadukan gaya art nouveau dan art deco.

Stasiun Cirebon lebih dikenal dengan nama Stasiun Kejaksaan karena lokasinya yang berada di Kecamatan Kejaksaan, tepatnya di Jln. Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat. Stasiun ini termasuk stasiun terbesar dalam Daerah Operasi III Cirebon. Di stasiun ini melayani perjalanan kereta kelas bisnis dan eksekutif dari jalur utara dan selatan.

10. Stasiun Madiun

Stasiun Madiun berada di atas ketinggian kurang lebih 63 meter. Stasiun Madiun berlokasi di Jalan Kompol Sunaryo Nomor 6A, Manguharjo, Madiun, Jawa Timur. Stasiun Madiun merupakan stasiun kereta api tertua dan terbesar di Kota Madiun, sekaligus tertua dan terbesar ketiga di Jawa Timur yang berdiri sejak tahun 1897.

Awalnya, Stasiun Madiun digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan pada masa kolonial Belanda. Berjalannya waktu, stasiun ini beralih fungsi menjadi melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta lokal atau komuter.

11. Stasiun Manggarai

Stasiun Manggarai berlokasi di Jalan Manggarai Utara, Tebet, Kota Jakarta Selatan. Stasiun Manggarai ini nantinya akan menjadi stasiun sentral dan akan ada jalur-jalur khusus untuk kereta api berbagai jurusan.

Jalur-jalur khusus di Stasiun Manggarai akan terbagi dengan tiga tingkatan bangunan yang meliputi kereta bawah tanah, kereta jalur utama, dan kereta jalur layang. Ada pula jalur ganda dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Manggarai.

Suasana di Stasiun Manggarai. (Foto: MPI/Heri Purnomo)

12. Stasiun Malang

Stasiun kereta api terbesar di Indonesia berikutnya adalah Stasiun Malang.  Stasiun Malang berlokasi di Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Stasiun ini dibangun pada tahun 1941 berdasarkan buku karya J. Van der Eb. Sentuhan kolonial memang terlihat jelas dari segi arsitekturnya. Masyarakat sendiri mengenal stasiun ini sebagai stasiun Malang Kotabaru. Stasiun Malang memiliki 12 jalur dimana beberapa jalur tersebut dipakai untuk perjalanan jarak jauh.

Beberapa kereta yang singgah di stasiun ini yaitu kereta api Gajayana dengan tujuan Gambir, Malioboro Ekspres tujuan Yogyakarta, Penataran tujuan Surabaya, kereta api Tawang Alun tujuan Banyuwangi Baru, Matarmaja tujuan Pasar Senen serta kereta api Malabar tujuan Bandung.

Penampakan stasiun baru di Kota Malang dengan fasilitas modern. (Foto: iNews.id/Deni Irwansyah)

Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT