Karena menu dinilai tak wajar, pihak sekolah memilih untuk tidak membagikannya kepada siswa guna menghindari komplain lanjutan dari orang tua.
"Pengiriman MBG dengan menu dan nominal yang tidak wajar ini sudah berlangsung sejak awal puasa," ujar Kepala SDN Jogoroto 1, Nur Fauziyah.
Pihak sekolah dan orang tua berharap kualitas menu MBG dapat segera ditingkatkan agar tujuan program untuk memberikan nutrisi tambahan bagi siswa dapat tercapai dengan baik.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait