Berdasarkan data Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri), total siklus program bayi tabung di Indonesia pada 2020 mencapai lebih dari 8.300 siklus. Jumlah itu memang mengalami penurunan dibanding 2019 yang mencapai hampir 12.000 siklus. Pengurangan terjadi karena dampak pandemi Covid-19.
"Namun jika dibandingkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, jumlah siklus bayi tabung di Indonesia jauh lebih besar," ujarnya.
Tingginya minat bayi tabung di Indonesia, kata dia, berbanding lurus dengan potensi jumlah penduduk di Indonesia yang saat ini mencapai 273 juta jiwa. Dari total penduduk Indonesia, kasus infertilitas atau keadaan kurang subur berkisar antara 11 hingga 12 persen dari populasi pasangan usia produktif.
Pertumbuhan permintaan solusi fertilitas juga disebut meningkat di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya. Dokter Benediktus Arifin yang merupakan tim dokter dari Morula IVF Surabaya mengungkap dalam satu tahun saja pihaknya melayani sekitar 800 program bayi tabung. Maka dari itu pihaknya berencana membuka tiga klinik baru di Surabaya.
"Cabang baru ini guna melayani lebih banyak lagi pasangan di Surabaya maupun Jawa Timur dan Bali, dalam hal fertilitas," ujarnya.
Diketahui, dalam rangka merayakan hari jadi ke 9 tahun Morula IVF Surabaya menyelengarakan rangkaian acara yang dikemas dalam seminar awam bertema fertility talk by morula ivf , an event of hope and passionate journey.
Kegiatan ini memberikan informasi serta edukasi ke masyarakat tentang serba serbi kehamilan, khususnya program bayi tabung. Pada puncak acara ulang tahun ke 9 tahun, Morula IVF Surabaya akan memberikan grandprize program bayi tabung secara gratis.
Selain itu, 10 pasangan pendaftar pertama akan di berikan gratis basic screening fertility serta 10 pasangan terpilih juga akan mendapatkan morula food atau program makanan bergizi untuk kehamilan.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait