Menurut Yulianto, anak didiknya itu tidak pernah memperlihatkan indikasi orang yang hendak bunuh diri. Dari informasi yang diterima yang bersangkutan tidak terlihat murung atau depresi.
Beberapa hari sebelum tewas tertabrak KA Gajayana, NA tetap terlihat ceria. Karenanya hingga kini belum diketahui pasti penyebab perbuatan nekat NA. Apakah karena faktor asmara atau memiliki persoalan keluarga.
“Hingga kini masih kita dalami melalui teman-teman terdekatnya di sekolah,” kata Yulianto.
Kapolsek Talun Iptu Indrayana membenarkan adanya peristiwa kematian di jalur perlintasan kereta api. Jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Terkait dugaan bunuh diri itu aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa keterangan saksi-saksi. “Saat ini masih dilakukan penyelidikan,” ujarnya.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait