"Kalau komunikasi dengan masyarakat rakyat siapa tahu bisa membantu mereka. Dan nantinya tidak hanya menjadi memberikan solusi bagi mereka, tapi bisa menaikkan elektabilitas dan popularitas Perindo di mata masyarakat," ucap dia.
Hal ini pun menjadi perhatian Ketua DPD Partai Perindo Layli Fitriyah Liza Min Nelly yang mengaku mendapat sejumlah ide baru dari para tokoh lintas agama, budaya, hingga aktivis melalui diskusi bertajuk Cangkrukan Ngaji Budaya ini. Memang selama ini diskusi dan turun ke masyarakat sudah sering dilakukan oleh Perindo, namun lebih pada konteks formal.
"Jadi kalau bahasa Jawa cangkrukan Jawa itu jagongan tadi ada dari Gus Hisa matur kalau bisa Perindo jagongan ke masyarakat, ini mungkin dalam waktu dekat akan kami lakukan. Dengan masyarakat sudah tapi bentuknya berbeda, lebih formal," ujarnya.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait