Malang Plaza pada era 1990-an. (Foto: Istimewa)

Meski bukan terkategori sebagai bangunan cagar budaya, dia mengakui Malang Plaza menjadi salah satu bangunan ikonik di Kota Malang yang masih bertahan hingga kini.

"Bukan bangunan cagar budaya, Malang Plaza baru diresmikan oleh Gubernur Wahono pada 11 Mei 1985," tutur pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) ini.

Agung menambahkan, sejak awal Malang Plaza dibangun untuk difungsikan sebagai pusat perbelanjaan yang jadi bagian saksi perkembangan peradaban Kota Malang.

"Jadi (kemunculannya hampir bersamaan dengan) pertokoan modern di akhir 70-an atau awal 80-an. Kebetulan memang dibangun untuk pusat perbelanjaan, karena ada bioskop Grand dan Hotel Jansen," katanya.

Meski demikian, diakui Agung, Malang Plaza cukup memengaruhi masyarakat Malang dan sekitarnya apalagi dalam hal konsumsi dan belanja, termasuk jual-beli ponsel dan beberapa barang lainnya.

"Mulai ada pergeseran pola belanja di masyarakat Malang dari yang biasa belanja ke pasar tradisional ke pilihan lain yaitu pasar modern,” ujarnya.

Diberitakan, Malang Plaza terbakar pada Selasa (2/5/2023) sekitar pukul 00.30 WIB. Malang Plaza merupakan sentra penjualan smartphone dan beberapa peralatan elektronik.

Di lantai dua mal, terdapat ritel pakaian dan bioskop 21 Cinema, sedangkan kios-kios pedagang handphone berada di lantai tiga.


Editor : Rizky Agustian

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network