Unit anjing pelacak dikerahkan untuk mencari korban erupsi Gunung Semeru. (Foto: Humas Polri)
Fahreza Rizky

JAKARTA, iNews.id - Tim SAR gabungan mengerahkan unit anjing pelacak dan radar rescue untuk pencarian korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dalam pencarian ini, satu korban meninggal dunia ditemukan di area tambang pasir H Satuhan, Sabtu (11/12/2021).

Selanjutnya jenazah langsung dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk proses identifikasi. Kemudian tim kembali menemukan human body remains (bagian tubuh manusia) di Kampung Renteng yang juga dievakuasi ke rumah sakit tersebut.

BACA JUGA:

Update data korban yang tercatat di posko induk pada hari ke-8, total ada sebanyak 20 luka berat, 82 luka ringan, 46 meninggal dunia dan 9 orang dalam pencarian. Jumlah ini masih bersifat dinamis.

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo mengungkapkan, kendala utama pencarian korban yakni faktor alam, cuaca yang cepat berubah dan kondisi material awan panas pada kedalaman 1-2 meter.

"Dalam briefing sebelum operasi SAR selalu kami tekankan keselamatan para rescuer yang paling utama," ucapnya, Minggu (12/12/2021).

Tim SAR yang berjumlah ratusan orang itu didukung peralatan berat (bachoe) serta anjing pelacak. Operasi SAR ini diperpanjang selama 3 hari ke depan setelah seluruh stakeholder melaksanakan evaluasi dan masih ada keyakinan kuat untuk menemukan para korban yang dilaporkan hilang.

"Jumlah korban yang kami cari secara pasti berdasarkan laporan keluarga korban atau kerabat atau warga yang mengenal baik korban. Namun, seperti disampaikan masyarakat, banyak penambang pasir itu dari luar daerah atau tidak dikenal warga setempat. Jadi jumlah korban secara pasti, kami tidak tahu. Yang pasti, tim SAR tetap bersemangat mencari korban. Tidak terbatas pada jumlah yang dilaporkan, tetapi yang ditemukan kami evakuasi karena perasi SAR ini misi kemanusiaan," ujarnya.

Sementara, Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna selaku On Scene Commader (OSC) tetap optimistis menemukan para korban dan bekerja optimal bersama seluruh anggota yang terlibat.

"Rencana kami masih sama, membagi tim SAR dalam 3 unit dengan lokus Dusun Curah Kobokan, kawasan tambang pasir Haji Satuhan, serta Dusun Kebondeli dan Kampung Renteng," katanya. 

Menurutnya, teknis pencarian dengan mengerahkan anjing pelacak dan radar rescue untuk mendeteksi keberadaan korban. Jika ada titik yang dicurigai ada korban terpendam, tim SAR melaksanakan penggalian secara manual serta eskavator.


Editor : Donald Karouw

BERITA TERKAIT