Kondisi Polsek Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pasca didatangi ratusan pendekar PSHT. (Foto:SINDOnews/Tritus Julan.

Usai menjadi korban penganiayaan, Darmadi yang juga anggota perguruan silat PSHT lantas melapor ke polisi. Petugas kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan. Bahkan, kata Kapolresta, Unit Reskrim Polsek Dawarblandong juga telah merampungkan bukti-bukti guna memproses kasus penganiayaan tersebut.

"Kemudian ada salah informasi yang diterima oleh kawan-kawan yang berasal dari Lamongan tersebut. Sehingga mereka datang ke Dawarblandong ini yang kebetulan berbatasan. Mereka hendak berpatisipasi untuk mencari calon pelaku (penganiayaan)," imbuh Kapolresta saat ditemui di Mapolsek Dawarblandong.

Beruntung upaya yang dilakukan ratusan pendekar PSHT dengan mendatangi Mapolsek Dawarblandong itu berhasil diredam. Dibantu anggota Kodim 0815 Mojokerto, para pendekar ini kemudian dimediasi dengan petugas kepolisian. Hingga akhirnya, sekira pukul 21.30 WIB, ratusan pendekar ini diminta untuk membubarkan diri.

"Sekira pukul 20.00 WIB mereka datangnya. Kemudian pukul 21.30 WIB sudah selesai dan sudah dilakukan penyisiran. Baik dari arah utara maupun arah barat, tidak ada pemuda yang berkumpul-kumpul maupun tadi yang berasal dari Lamongan," jelas Kapolresta.

Deddy mengungkapkan, pihaknya tetap akan melakukan proses hukum terkait dengan aksi penganiayaan yang menimpa anggota perguruan silat PSHT ini. Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. Bahkan, polisi sudah mengantongi identitas serta alamat domisili Hz, pelaku penganiyaan itu. Kendati saat ini Hz masih dalam pencarian petugas.


Editor : Kastolani Marzuki

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network