Sidang isbat tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain perwakilan Mahkamah Agung, Ketua Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), duta besar negara sahabat, serta sejumlah lembaga seperti BMKG, BIG, BRIN, Bosscha ITB, dan Planetarium Jakarta. Hadir pula pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Abu Rokhmad menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat.
“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” katanya.
Penetapan resmi awal Ramadan 1447 H oleh pemerintah akan diumumkan setelah sidang isbat selesai digelar.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait