Di sisi lain, pengembangan Candi Borobudur juga kian terbuka lebar karena dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya, pemanfaatan Borobudur tak sebatas pada aspek perlindungan maupun penelitian semata. Arkeolog Ismiyono mengatakan, pengembangan dan pemanfaatan Borobudur perlu diperkuat dari aspek keilmuan lintas disiplin agar mendapatkan kesepakatan bersama.
"Chattra dalam persepsi rekonstruksi candi yang berorientasi pada aspek perlindungan, tidak memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Tapi tidak menutup kemungkinan dibahas dari sisi pengembangan dan pemanfaatan. Oleh karenanya pemasangan chattra seyogyanya melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan," harap Ketua Tim Pemugaran Tahap II Candi Borobudur ini.
Dialog dalam rangkaian kegiatan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) itu juga dihadiri para seniman, budayawan, akademisi dalam dan luar negeri serta sejumlah perwakilan umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait