Sementara itu, pekerjaan di JPL 32 Malasan memiliki fokus berbeda. KAI akan mengganti rel yang sudah mengalami keausan dengan rel R54 baru pada 26 Agustus hingga 1 September 2026.
Penutupan pelintasan Malasan dijadwalkan pada 26 Agustus mulai pukul 03.00 WIB hingga maksimal 05.00 WIB. “Untuk kondisi di JPL 32 Malasan, rel yang berada di perlintasan JPL 32 ini sudah mengalami keausan, sehingga perlu kami ganti dengan R54 yang baru untuk menjamin keselamatan,” ucapnya.
Penentuan waktu pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas kendaraan di sekitar pelintasan. Jalur tersebut masih dilalui kendaraan besar, seperti bus dan truk, pada malam hingga dini hari sehingga arus lalu lintas perlu diatur selama pekerjaan berlangsung.
Polisi dan Dinas Perhubungan akan ditempatkan di sekitar lokasi untuk membantu mengatur kendaraan. KAI meminta pengguna jalan mematuhi arahan petugas agar arus lalu lintas tetap lancar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan petugas yang standby di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya,” katanya.
Pengguna jalan yang biasa melintasi Jorongan dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif selama penutupan berlangsung. Kendaraan dapat melewati Tol Probolinggo Timur atau Tol Probolinggo Barat, sementara sepeda motor dan mobil juga dapat menggunakan akses jalan lain di kawasan desa.
Perbaikan dilakukan untuk mengantisipasi kondisi jalur yang semakin tidak stabil. Penurunan jalur yang tidak segera ditangani berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan kereta api.
“Tentu jika tidak segera ditindaklanjuti dengan melakukan perbaikan geometri, ini terdapat potensi yang cukup tinggi yakni track menjadi tidak stabil. Jika track tidak stabil, maka potensi terhadap gangguan perjalanan kereta api dan bisa menyebabkan adanya rintang jalan,” ucapnya.
Setelah perbaikan rampung, kondisi jalur diharapkan lebih stabil dan dapat digunakan dalam jangka panjang. KAI memperkirakan perbaikan tersebut dapat bertahan hingga beberapa tahun.
“Untuk sekali perbaikan itu bisa sampai lima sampai tujuh tahun,” katanya.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait