Saat dilahirkan si bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. Ada tiga lilitan di leher bayi, namun bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan.
“Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis," tuturnya.
Selanjutnya, dia bersama dokter membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah. Untuk membantu perawatan intensif, maka dia merujuk bayi dirawat ke Rumah Sakit Haji.
"Kami rujuk ke sebelah (RS Haji) karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator," ujarnya.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait