MALANG, iNews.id - Gempa bumi Magnitudo 6,1 yang mengguncan Kabupaten Malang dan sekitarnya, pada Sabtu (10/4/2021), hingga kini masih berdampak pada warga setempat. Saat ini, korban gempa yang tinggal di pengungsian sangat membutuhkan bantuan, terutama selimut, terpal untuk tenda dan makanan bayi.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang mencatat, ada peningkatan jumlah warga terdampak. Pasalnya, setelah gempa pertama, terdapat gempa-gempa susulan sebanyak lima kali dengan kekuatan yang jauh lebih rendah.
Terakhir berdasarkan catatan BMKG, pada Selasa malam 13 April 2021 pukul 19.38 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 3,8 SR dengan kedalaman 29 kilometer yang berpusat pada 88 kilometer barat daya Kabupaten Malang.
Data terbaru dari PMI Kabupaten Malang pada Selasa malam hingga pukul 22.00 WIB, setidaknya ada 17.565 warga terdampak gempa.
"Data kami yang terima hingga Selasa malam 13 April 2021 pukul 22.00 WIB ada 17.565 jiwa terdampak. Dengan jumlah keluarga sebanyak 3.513 KK," kata Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto saat ditemui di Kabupaten Malang, Rabu (14/4/2021).
PMI Kabupaten Malang telah menyediakan tempat pengungsian untuk 320 orang di tiga titik di Kabupaten Malang. Rinciannya, yakni 130 jiwa di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo dan 60 jiwa di Desa Sumber Tangkil, Kecamatan Tirtoyudo. Selanjutnya, 60 jiwa di Desa Majang Tengah, Dampit dan 70 jiwa di Desa Dampotan, Kecamatan Dampit.
"PMI juga sudah mendirikan posko lapangan dan mendistribusikan 47 terpal. Selanjutnya, juga telah tersedia dapur umum untuk 515 jiwa di Desa Majang Tengah, Dampit. Total sementara jumlah makanan yang sudah disalurkan sebanyak 3.710 bungkus," katanya.
Editor : Maria Christina
Artikel Terkait