Mahbub Madani, ayah tamtama muda TNI AL, Kelasi Dua Ghofirul Kasyfi saat mengungkapkan sejumlah kejanggalam penyebab kematian anaknya. (Foto: iNews).

Atas dasar itu, keluarga melalui kuasa hukum berencana mengajukan permohonan autopsi dan pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Saat jenazah tiba, saya meminta peti dibuka. Awalnya hanya bagian wajah yang dibuka, dan sudah terlihat lebam. Keesokan paginya sebelum dimakamkan, peti dibuka kembali dan terlihat banyak lebam di bagian tubuh depan. Yang membuat saya semakin curiga, disebutkan korban gantung diri, tetapi bekas jeratan justru berada di bagian bawah leher, bukan di posisi yang seharusnya. Saat itu saya mulai marah,” ujar Mahbub.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga, Mohammad Soleh menyampaoikan bahwa akan menempuh langkah hukum untuk mengungkap kasus tersebut secara transparan.

“Kami akan mengajukan surat kepada Koarmada II Surabaya untuk dilakukan autopsi. Jika hasil autopsi tidak menemukan tanda kekerasan, keluarga akan menerima. Jika terbukti ada tanda kekerasan maka kasus ini harus diusut tuntas dan semua pihak yang terlibat harus bertanggung jawab. Hingga saat ini, keluarga juga belum menerima kronologi lengkap kejadian,” kata Soleh.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu respons resmi dari TNI AL terkait permintaan autopsi dan penjelasan menyeluruh atas kematian Ghofirul Kasyfi.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network