Fenomena rip current (Foto ilustrasi: oceanpulse-indonesia.com)

JAKARTA, iNews.id - Perbincangan fenomena laut arus balik atau dikenal rip current kembali mencuat pascamusibah yang memakan korban jiwa di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, baru-baru ini. Peristiwa yang menewaskan 11 orang tersebut menambah rentetan gejala laut yang memakan korban jiwa.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, sejatinya rip current merupakan gejala laut yang biasa dan kerap sekali terjadi. Gejala tersebut biasanya terjadi di pantai yang berhadapan langsung dengan laut luas atau dikenal samudra.

"Rip current merupakan fenomena laut biasa saja, setiap waktu dapat terjadi. Selama ada ombak yang kuat itu bisa muncul," kata Daryono saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (22/2/2022).

Rip current terbentuk kala ombak di tengah samudera datang dan menerpa bibir-bibir pantai. Ombak tersebut akan menyusuri bagian-bagian sisi pantai terlebih dahulu sebelum akhirnya bertemu di tengah dan menyedot kembali ke tengah laut. Tak ayal, rip current sering terjadi pada pantai yang berbentuk busur.

"Kalau ada pantai berbentuk busur, menyerupai cekungan, ombak itu akan datang dari samudera dan menerpa sisi miring dari cekungan. Kemudian yang dari sisi kiri dan kanan akan bertemu di tengah, pas arus balik dia akan menyeret ke tengah laut," kata Daryono.

"Yang penting ada kiriman ombak dari laut yang kemudian menerpa atau kemudian menyusuri. Selama mekanisme seperti itu terpenuhi, maka rip current itu terjadi," katanya.

Meski dianggap gejala laut biasa, Daryono menegaskan fenomena tersebut masih tergolong berbahaya. Sebab, fenomena itu bahkan dapat terjadi pada bibir-bibir pantai yang dalam kondisi normal ketinggian airnya hanya mencapai dengkul.

"Belum lagi biasanya pasir yang juga ikut tersedot. Misalnya kalau di pinggir pantai tinggi laut hanya sedengkul, kalau kena arus susur, tiba-tiba hilang (pasir pijakan), karena kan tersedot," katanya.


Editor : Maria Christina

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network