Potongan scene dari Sinetron Ikatan Cinta yang tayang di RCTI. Sinetron ini sangat digemari masyarakat Indonesia. (Foto: Istimewa)

Dia menambahkan, apabila berbicara tentang audience atau penonton pada konteks media studies, maka mereka dinilai sebagai khalayak yang aktif dalam menerjemahkan sendiri makna teks media atau isi sinetron. Berdasarkan hal tersebut, hanya akan ada satu atau dua orang yang terpengaruh akibat menonton sinetron maupun tayangan televisi lainnya.

Pakar Media Universitas Airlangga (Unair), Prof. Dra. Rachmah Ida M.Comms., Ph.D. (Foto: SINDOnews/Dok)

“Audience yang terpengaruh setelah menonton sinetron itu dapat disebabkan karena mereka merasa apa yang ditayangkan memiliki kesamaan dengan kehidupannya. Tetapi, kemungkinan jumlah audience yang dapat terpengaruh hanya sedikit sekali,” katanya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair ini berharap, ke depannya tayangan-tayangan televisi yang ada harus dapat memberdayakan masyarakat, memberikan pencerahan kepada publik dan memberikan hiburan yang sehat seperti sinetron Ikatan Cinta ini.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk menjadi penonton yang bijak karena apa yang ada di dalam sinetron hanya rekayasa dan bukan sebuah realita. Tidak hanya itu, penonton juga harus cerdas dan memahami bahwa menonton sinetron hanya sebagai hiburan semata. 


Editor : Maria Christina

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network