LUMAJANG, iNews.id - Banjir lahar Gunung Semeru nyaris menelan korban. Hal ini terjadi usai seorang warga terjebak di tengah jalur aliran lahar Semeru saat nekat menyeberang Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/1/2026) petang.
Warga yang mengendarai motor tersebut terjebak di tengah aliran lahar dingin ketika arus masih cukup deras. Peristiwa menegangkan itu terjadi saat korban mencoba melintas meski kondisi sungai belum aman.
Beruntung, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung sigap memberikan pertolongan. Dengan gotong royong, mereka mendorong sepeda motor korban hingga berhasil keluar dari jalur aliran lahar Semeru Lumajang, sehingga korban tidak sampai terseret derasnya arus.
Banjir lahar hujan sendiri terjadi setelah wilayah puncak Gunung Semeru diguyur hujan deras selama kurang lebih 3 jam. Kondisi tersebut menyebabkan material vulkanis terbawa aliran sungai dan membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar bantaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di lereng Gunung Semeru dan para penambang pasir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas saat hujan turun.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menegaskan potensi bahaya lahar Semeru Lumajang masih tinggi.
“Imbauan terutama untuk warga yang bermukim di lereng Semeru dan para penambang di aliran Semeru untuk selalu waspada,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi di wilayah Lumajang dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta tetap waspada karena potensi banjir lahar Semeru Lumajang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait