"Kejadiannya itu angin tiba-tiba muncul dan berputar tidak hanya dalam satu titik saja. Angin tersebut berpindah dari satu titik ke titik yang lain sehingga membuat khawatir masyarakat sekitar dan sempat menjadi tontonan oleh masyarakat dari titik yang cukup jauh karena kemudian angin berputar ke arah Masyarakat," ujar salah satu mahasiswa, Ahmad Rofiki.
Dia juga menyebut dalam beberapa hari terakhir angin kencang sempat terjadi di wilayah selatan Bangkalan, seperti Labang dan sekitar Suramadu.
Secara ilmiah, fenomena puting beliung kerap terjadi saat peralihan musim dari penghujan ke kemarau. Pusaran angin terbentuk akibat pertemuan suhu permukaan daratan yang hangat dengan udara lembap dari awan gelap, yang memicu penguapan intensif.
Kondisi ini menyebabkan tekanan udara rendah, sehingga udara hangat naik dengan cepat dan berputar akibat pengaruh rotasi bumi, hingga membentuk pusaran angin kencang.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait