Karena itu, begitu lulus, dia langsung ikut mendaftar di sekolah penerbangan Nam Air di Bangka Belitung. "Dia tertarik karena ada temannya yang jadi pilot Lion Air. Dia sarjana hukum, tapi nyambung juga. Makanya dia ikut sekolah penerbangan sekitar 1,2 tahun," katanya.
Usai pendidikan, Fadly kembali ikut simulator hingga menjadi kopilot di Nam Air. Atas hasil ini Fadly pun sangat bahagia. Sebab, sejak lama memang bercita-cita sebagai pilot.
Diketahui ekstra kru Sriwijaya Air, Fadly Satrianto ikut menjadi penumpang Sriwijaya Air J182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Alumni Unair tersebut masuk dalam manifest penumpang bersama 55 penumpang lainnya.
Atas insiden ini, ibu Fadly juga sudah menyerahkan sampel DNA ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim. Sampel ini untuk memudahkan pencarian terhadap Fadly yang diduga ikut menjadi korban Sriwijaya Air yang jatuh.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait