BLITAR, iNews.id – Pemerintah Kota Blitar mulai menyiapkan protokol kesehatan di kompleks makam Bung Karno. Selain memasang pemabatas jarak pengunjung, mereka juga menyiapkan sejumlah tempat cuci tangan di setiap pintu masuk makam.
Protokol kesehatan ini disiapkan untuk memastikan kawasan wisata religi ini steril dari Covid-19. Sesuai rencana, kompleks makam Presiden ke-1 RI ini akan dibuka kembali untuk peziarah pada minggu ketiga bulan Juni mendatang.
Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, kompleks makam Bung Karno dibuka dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Harapannya, ekonomi masyarakat kembali normal, tanpa harus terpapar virus corona.
“Dalam rangka new normal, semua objek strategis kita buka lagi, termasuk makam Bung Karno. Terpenting, apa yang sudah dilakukan masyarakat dalam rangka hidup bersih dan menjaga protokol Covid-19 tetap dilakukan. Bila perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Untuk makam Bung Karno misalnya, Santoso mengaku sudah menyiapkan sejumlah skenario untuk mencegah Covid-19, mulai dari menjaga jarak 1 meter antarpengunjung, menerapkan sistem antre, hingga membatasi jumlah peziarah hanya 20 orang.
“Mudah-mudahan ini bisa membangkitkan lagi ekonomi masyarakat yang sempat lesu akibat Covid-19,” katanya.
Santoso juga mengatakan, haul atau peringatan wafatnya Bung Karno pada 20 Juni mendatang akan tetap digelar. Namun, acara tersebut dilaksanakan secara sederhana. Pemerintah Kota Blitar, akan menggelar khataman Alquran dan doa bersama dengan menerapkan protokol kesehatan.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait