BLITAR, iNews.id – Sebanyak 15 pedagang pasar di Kabupaten Blitar reaktif Covid-19. Hasil ini diketahui berdasarkan rapid test massal yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Ke-15 pedagang saat ini diharuskan isolasi mandiri di rumah sambil menunggu rapid test lanjutan.
“Kalau nanti rapid test kedua tetap reaktif, maka dilakukan tes swab untuk memastikan apakah mereka positif atau tidak. Agar masyarakat tidak resah dan tidak berisiko,” kata Juru Bicara Tim Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti, Kamis (11/6/2020)
Krisna mengatakan, rapid test pedagang ini dilakukan secara massal di tujuh pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Rapid test diikuti oleh 400 pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di dalam pasar.
Menurut Krisna, rapid test dilakukan menjelang penerapan new normal di Kabupaten Blitar. Ini untuk memastikan bahwa kasus Covi-19 benar-benar turun.
Sementara itu, pantauan iNews.id di sejumlah pasar, masyarakat masih abai dengan protokol kesehatan. Di Pasar Kanigoro misalnya, beberapa pedagang dan pembeli tidak memakai masker. Mereka juga tidak melakukan physical distancing sebagaimana anjuran pemerintah.
Beberapa di antara mereka beralasan terpaksa tidak menggunakan masker karena tidak punya. Kendati demikian, mereka tidak takut dengan penularan virus tersebut. “Saya tidak punya masker. Lagi pula saya tidak takut tertular,” kata salah seorang pengunjung pasar, Katimah.
Diketahui, hingga saat ini jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Blitar sebanyak 10 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang dinyatakan sembuh; tiga orang meninggal dunia; dan satu orang dalam perawatan.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait