Pekerja lainnya, Suminah juga tetap menekuni pekerjaan sebagai pengupas bawang putih meski penghasilannya terbilang terbatas. Baginya, pekerjaan tersebut tetap penting untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Enggak mungkin lah kalau sekilonya Rp700.000 per kilogram, kalau di sini satu kilonya Rp3.000," ucap Suminah.
Kulit dan aroma bawang yang membuat mata perih menjadi tantangan yang harus mereka hadapi setiap hari. Namun, kondisi tersebut tidak membuat para pekerja berhenti mengupas bawang.
Mereka tetap bekerja karena penghasilan dari pekerjaan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Aktivitas mengupas bawang pun terus dilakukan hingga sore hari.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait