Gubernur Jawa Timur Khofifah mendorong edukasi kebencanaan masuk kurikulum untuk membangun generasi tanggap bencana sejak dini. (Foto: Ist)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini melalui integrasi dalam kurikulum pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana di kalangan pelajar.

Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam pemantauan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah di Jawa Timur, Minggu (22/3/2026).

Khofifah menegaskan, pengenalan kebencanaan kepada anak-anak harus dilakukan sejak usia dini agar terbentuk kesadaran yang kuat.

“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal,” ujarnya dikutip dari iNews Surabaya, Senin (23/3/2026).

Menurutnya, kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah perlu mengintegrasikan pendidikan kebencanaan secara lebih terstruktur dan sistematis.

Khofifah juga mengusulkan agar peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kesiapsiagaan bencana di sekolah. Bahkan, dia mendorong pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa secara langsung.

“Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jatim siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK,” katanya.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyambut positif gagasan tersebut. Dia menilai edukasi kebencanaan sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan.


Editor : Donald Karouw

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network