Keluarga korban peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan menembak Marinir TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, mendatangi Gedung DPRD Jawa Timur (Jatim), Selasa (14/4/2026). (Foto: iNews).

SURABAYA, iNews.id – Keluarga korban peluru nyasar yang diduga berasal dari latihan menembak anggota Marinir TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya, mendatangi Gedung DPRD Jawa Timur (Jatim), Selasa (14/4/2026). Kedatangan mereka untuk mencari keadilan.

Dewi Murniati, ibu dari DFH (14), tidak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kronologi kejadian di hadapan anggota DPRD Jatim

Dia melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya sekaligus mengadukan proses penyelesaian yang dinilai belum memberikan kejelasan.

Dalam penjelasannya, Dewi mengaku pihak keluarga sempat mendapat tekanan selama proses penanganan kasus. Dia menyebut adanya permintaan agar kejadian tidak dipublikasikan serta diminta membuat permohonan maaf kepada institusi terkait.

Hingga kini, upaya keluarga untuk memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban dinilai belum membuahkan hasil memuaskan. 

Dewi berharap DPRD Jatim dapat membantu mengawal kasus tersebut agar hak-hak anaknya terpenuhi. "Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas," ujar Dewi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jatim, Adam Rusydi mengatakan, segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir guna melakukan mediasi dengan keluarga korban.


Editor : Kurnia Illahi

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network