Dia menyampaikan, distribusi solar bersubsidi saat ini diprioritaskan ke wilayah-wilayah vital agar tidak mengganggu arus logistik, termasuk distribusi sembako dan bahan kebutuhan pokok.
"Kami melihat ada pola pembelian solar yang meningkat dari kondisi sewajarnya sehingga distribusi menjadi prioritas di jalur logistik dan kawasan pelabuhan," ujar Emil.
Dia menjelaskan, Pemprov Jatim terus memantau kondisi ketersediaan solar di SPBU. Apabila kelangkaan masih terjadi, pemerintah akan berkoordinasi dengan BPH Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan langkah stabilisasi, termasuk kemungkinan penambahan kuota biosolar bersubsidi.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait