“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, sumber api berasal dari korsleting listrik pada mesin pertamini saat melayani pembeli BBM jenis Pertalite,” ucapnya.
Menurutnya, keberadaan barang mudah terbakar di dalam toko, termasuk kembang api, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menimbulkan kerugian besar. Total aset yang rusak ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait