Alap-Alap Tikus 'Elanus Caeruleus' Dilepsliarkan di Hutan Pacet, Kabupaten Mojokerto , Minggu (3/1/2021). (Foto: iNews.id/Sholahudin)

"Yang lain sudah lepas, yang kemarin terakhir. Jadi sambil melihat perkembangan yang pertama, layak atau tidak pelepasan di sini, bisa bertahan atau tidak. Ketika layak dan bisa bertahan baru kita lepas lagi," katanya. 

Dia menyebut, Elanus ini mengonsumsi burung jenis Dekukur dua ekor dalam sehari selama dilakukan penangkaran.

Sebelum dilepasliarkan, hewan-hewan tersebut diajari untuk berburu makanan selama dua minggu agar bisa bertahan saat di lepas ke habitatnya, yakni, alam terbuka dengan bentangan persawahan. "Jika berburunya sudah bagus kita lepas, untuk meyakinkan bahwa mereka bertahan dan bisa lestari," katanya. 

Relawan Welirang Komuniti menyebut jika komunitasnya sudah melakukan pelepas liaran sejumlah hewan-hewan langka. Seperti, seekor Elang Bondol, Elang Jawa, bahkan Burung Jalak Kebo dengan jumlah yang banyak.

"Kalau yang habitatnya tidak di sini, kami akan bekerja sama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) untuk pelepasannya. Seperti waktu melepas Elang Bondol, habitatnya di Jakarta dan sekitarnya. Ya kami serahkan ke BKSDA untuk melepas di sana," katanya. 


Editor : Ihya Ulumuddin

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network