Jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama penghubung antar desa dan sering dilalui warga. Meski masih tersedia jalur lain, warga harus menempuh jarak yang lebih jauh.
Tim gabungan telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta memasang garis pengaman di kedua sisi jembatan guna mencegah warga melintas.
Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan bahwa kerusakan jembatan dipicu tingginya curah hujan yang meningkatkan arus sungai, terutama di masa pancaroba.
"Kita sudah melakukan asesmen dengan menerjunkan beberapa tim dibentuk untuk melakukan kajian cepat dan kita sudah peninjauan langsung," ujar Kristianto, Selasa (31/3/2026).
Meski menyebabkan kerusakan infrastruktur, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait