JAKARTA, iNews.id – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat 11 kali erupsi pada Selasa (13/10/2026) hingga pukul 16.20 WIB. Erupsi terakhir tercatat pada pukul 16.20 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama yang tercatat hari ini terjadi pada pukul 00.09 WIB. Erupsi kembali terjadi pada pukul 00.31 WIB, 00.36 WIB, 05.06 WIB, 05.13 WIB, 05.20 WIB, 06.47 WIB, 08.10 WIB, 10.37 WIB, 13.11 WIB, dan 16.20 WIB.
Erupsi tertinggi yang tercatat hari ini mencapai 900 meter di atas puncak, yakni pada pukul 05.20 WIB dan 06.47 WIB. Sementara itu, erupsi pada pukul 10.37 WIB dan 08.10 WIB teramati menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak.
PVMBG melaporkan, erupsi terakhir pada pukul 16.20 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 30 detik,” demikian keterangan PVMBG dalam laporan erupsi Gunung Semeru, Selasa (13/10/2026).
Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” kata PVMBG.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait